Donor Asi, Apa dan Bagaimana Caranya?

Donor ASI, Apa dan Bagaimana Caranya-

Banyak pertanyaan yang suka lewat di whatsapp mimom. Nomor kesekian biasanya adalah, adakah yang butuh donor asi, soalnya asinya berlebihan. Atau malah sebaliknya, butuh donor asi perah nih mimom. Akunya kejar tayang . Dan beberapa pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan bertukar atau menerima , memberi asi perah. tapi ternyata ga segampang itu loh, berbagi asi perah atau memberi asi perah. Banyak prasyarat nya. Mimom bahas di blogpost kali ini ya. Apa dan bagaimana donor asi itu.

Dari proses awal, menyusui memang sesuatu hal yang normal, namu seringkali membutuhkan perjuangan. Jadi hal awl yang ditekankan, balik lagi deh kalo proses menyusui dari awal macam IMD danrawat gabung dilaksanakan maka kemungkinan keberhasilan menyusui akan terjadi.

Pemberian donor asi diluar negeri dan yang diperbolehkan didalam negeri adalah salah satunya bila bayi prematur, bayi atau ibu sakit dan bayi bayi adopsi yang sedang mau relaktasi atau orang tua adopsi nya menginginkan anak tidak mengenal sufor. Urutan pemberian nutrisi ke bayi setelah menyusui langsung saja bukan langsung ke donor asi atau sufor tapi ada hierarki suplementasi seperti di bawah ini:

  1. ASI (menyusui langsung)
  2. ASI perah /kolostrus segar dari Ibu
  3. ASI perah Ibu didinginkan
  4. ASI perah ibu dibekukan dan sudah di cairkan
  5. ASI perah ibu sendiri yang di fortifikasi
  6. ASI dari donor bank asi dan sudah di pasteurisasi
  7. Formula hipoalergenik
  8. Formula elemental
  9. Formula berbasis susu sapi
  10. Formula berbasis soya

Nah kalo liat hierarki di atas itu, sebenernya udah bisa ketebak kan ternyata ga bisa serta merta ngasih suplementasi(tambahan) atau pengganti asi , sembarangan. ADA indikasinya baik di pihak bayi maupun Ibu.

Yang mimom tahu indikasi Ibu dimana si bayi bisa dapat suplementasi atau pengganti asi antara lain:

  1. Ibu menderita HIV+
  2. Ibu pemakai obat obatan terlarang
  3. Ibu menderita sakit berat seperti kejang (eklamsia), psikosis, sepsis(infeksi berat) atau Ibu kena penyakit herpes simpleks dan lesinya ada/dekat dipayudara
  4. Ibu mendapatkan pengobatan sitostatiska (untuk kanker,dsb), pengobatan radioaktif
  5. Ibu mengalami kelainan payudara

sedang untuk indikasi bayi yang memerlukan suplementasi:

  1. Bayi lahir dengan berat badan sangat rendah (<1500gr) atau lahir prematur (<32 minggu)
  2. Bayi beresiko hipoglikemia  ( bisa terjadi salah satunya kalo ibunya ternyata adalah diabetesi)
  3. Berat badan bayi turun lebih dari 7% (7-10%) karena laktogenesis II yang telat
  4. Bayi beresiko kehilangan banyak cairan misalnya bayi yang difototerapi karena jaundice

Kalo menilik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) maka ada beberapa aturan yang harus dipenuhi bila donor asi mau dilakukan, antara lain sebagai berikut ya:

Pendonor ASI

Ibu yang ingin mendonorkan ASI harus melalui beberapa tahap penapisan, yaitu:

Penapisan I

Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
Sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui
Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih
Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
Tidak mengkonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi. Obat/suplemen herbal harus dinilai kompatibilitasnya terhadap ASI
Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah), menggunakan obat ilegal, perokok, atau minum beralkohol
Penapisan II

Harus menjalani skrining meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur)
Apabila ada keraguan terhadap status pendonor, tes dapat dilakukan setiap 3 bulan
Setelah melalui tahapan penapisan, ASI harus diyakini bebas dari virus atau bakteri dengan cara pasteurisasi atau pemanasan

Terus, kalo misal syarat diatas sudah dipenuhi, asi donor sudah didapatkan, gimana cara menangani asi donor tersebut? ada beberapa cara nya nih bu Ibu

Pasteurisasi Pretoria

Tempatkan ASI sebanyak 50-150 ml kedalam wadah kaca (sisa selai) 450 ml.
Tutup wadah kaca dan letakkan ke dalam panci aluminium 1 liter
Tuangkan air mendidih 450ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci
Dapat diletakkan pemberat diatas wadah kaca, kemudian tunggu selama 30 menit
Pindahkan susu, dinginkan, dan berikan kepada bayi atau simpan di lemari pendingin

Flash Heating

Tempatkan ASI sebanyak 50-150 ml kedalam wadah kaca 450 ml
Wadah kaca ditutup sampai saat dilakukan flash heating
Untuk melakukan flash heating, buka tutup wadah dan letakkan dalam 1 liter Hart Pot (pemanas susu)
Tuangkan air 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci
Didihkan air, bila telah timbul gelembung pindahkan wadah dengan cepat dari air dan sumber panas
Dinginkan ASI, berikan kepada bayi atau simpan di lemari pendingin

Mutu dan Keamanan ASI

Mutu dan keamanan ASI meliputi kebersihan, cara penyimpanan, pemberian, dan pemerahan ASI:

Calon pendonor ASI harus mendapatkan pelatihan tentang kebersihan, cara memerah, dan menyimpan ASI
Sebelum memerah ASI, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih
ASI diperah di tempat bersih. Bila menggunakan pompa, gunakan yang bagiannya mudah dibersihkan. Pompa ASI tipe balon karet berisiko terkontaminasi.
ASI perah harus disimpan pada tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi gelas atau plastik standar (perhatikan tata cara penyimpanan ASI)

Unit Donor ASI

Unit Donor ASI mutlak ada untuk mempermudah akses pendonor dan penerima, menjamin keamanan, etik dan terjaminnya kesehatan yang optimal.
Sesuai prosedur dan protokol standar internasional pengelolaan ASI donor.
Memiliki Tim konsultan yang mencakup bidang ilmu terkait dan staf yang terlatih

Sayang nya sampai sekarang mimom nulis ini, unit donor asi di Indonesia belum ada:(

Pencatatan

Pencatatan menjadikan bagian penting dalam proses donor ASI, yang mencakup identitas pendonor, lembar persetujuan, kuesioner dan hasil tes skrining penyakit, keterangan resipien, data pelengkap administrasi, dsb.

Peran pemerintah melalui Kementerian terkait atau badan khusus sangat diperlukan untuk pelaksanaan dan pengawasan kegiatan donor ASI. Kebijakan pemerintah diperlukan untuk penggunaan ASI donor

 

Begicuu yah cintaaah cerita tentang apa dan bagaimana donor asi bisa dilakukan. Jadi kalo alasan bayi bingung puting, ibu malas menyu atau produksi ASI yang berkurang tidak bisa serta merta dijadikan alasan lagi untuk mendapatkan atau memberi donor asi:) Harus dicari penyebab dan diselesaikan masalahna terlebih dahulu.

Terima kasih sudah menyimak:*

Happy breastfeeding

 

source:

  1. UNICEF https://www.unicef.org/nutrition/index_breastfeeding.html
  2. IDAI donor asi http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/donor-asi

Share This:

You may also like

1 Comment

  1. Saya pernah donor ASI untuk keponakan saya sendiri. Karena ibunya puasa dan ASInya jadi berkurang, sedangkan saya kan tidak berpuasa sebulan. ASI saya saat itu kebetulan melimpah dan berat badan anak saya sudah ideal, jadi saya perah malam-malam dan di simpan di lemari es. Kalo tidak perah malam-malam, biasanya sih payudara bengkak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *