Bekerja, Puasa dan Menyusui, Bagaimana Tips-nya?

bekerja m menyusui dan puasa
bekerja m menyusui dan puasa
bekerja menyusui dan puasa

Alhamdulillah, sudah pengumuman yes kalo tanggal satu ramadhan besok. Malam hari nanti kita bisa mulai Traweh berjamaah;) mimom kangen traweh di masjid:)) sejak punya anak udah jarang banget teraweh di masjid karena belum bisa mengkondisikan dua bocah tersebut. Anyway, masih seputar menyusui cerita di blog kali ini. Bekerja, lagi menyusui terus punya keinginan buat puasa Ramadhan. gimana caranya? Mimom kasih cerita beberapa tips yang mimom dapat yah. Seperti biasa dalam bentuk poin per poin saja.

  1. Pada dasarnya tubuh kita mengatur jumlah produksi asi karena dua faktor. Supply by demand dan psikis si Ibu. Supply by demand disini artinya makin sering bayi menghisap, makin sering asi dikeluarkan atau diproduksi. Biasanya dalam satu kali proses menyusui , Ibu dapat membakar 150-200 kalori. Mekanisme ini akan menimbulkan rasa haus sebagai kompesasi tubuh ‘telah mengeluarkan cairan/asi tersebut’, tapi dalam keadaan puasa, persarafan dan hormonal kita beradaptasi dengan sedemikian rupa, menghemat cairan yang keluar dari tubuh. Jadi, Usahakan Ibu menyusui yang berpuasa harus tetap tenang dan yakin asi nya cukup:)
  2. Pada saat ramadhan , kita rata rata berpuasa selama 14 jam. Tubuh kita masih dapat mengkompensasi kekurangannnya selama 14 jam tersebut, pada saat berbuka. Jadi walaupun Ibu menyusui tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibanding saat tidak berpuasa. Karena, tubuh akan melakukan mekanisme  mengambil cadangan zat gizi dari simpanan tubuh kita. Setelah berbuka, Ibu bisa mengisi kembali cadangan gizi tersebut dengan mengkonsumsi makanan diet seimbang dan minum putih sesuai anjuran.
  3. Tapi kalo Ibu masih menyusui bayi di bawah 6 bulan ( dalam masa asi eksklusif) beberapa sumber menyebutkan untuk tidak berpuasa dan mengutamakan kebutuhan bayi dan ibu. Kenapa? karena pada saat usia asi eksklusif tsb, bayi hanya mengkonsumsi ASI sebagai makanan utama sehingga frekuensi menyusu langsung maupun minum asi perah menjadi hal yang wajib mereka peroleh. dalam Alquran dan hadist pun disebutkan. Ibu nantinya bisa membayar fidyah dan mengganti puasa dilain hari.
  4. Selama Ibu puasa, ibu menyusui harus memperhatikan tanda tanda gawat/warning sign seperti bayi yang tenang menjadi gelisah dan meminta menyusu lebih sering, pipis bayi berkurang frekuensi maupun volumenya, Ibu menampakkan tanda dehidrasi seperti pipis berwarna kuning pekat, pusing berkunang kunang, dsb. Jika mengalami tanda tersebut ibu bisa menghentikan dulu kegiatan berpuasa.
  5. Untuk Ibu bekerja, persiapkan asi perah yang cukup untuk persediaan selama bulan puasa. Tapi jangan ngoyo juga, demi puasa akhirnya merelakan bayinya untuk meminum hanya asi perah dan tidak menyusu langsung. Simpan asi perah dengan jangka waktu yang cukup untuk bulan Ramadhan.
  6. Makanan yang di anjurkan selama puasa adalah makanan karbo sedang, tinggi protein lemak, cukup serat dan vitamin mineral. Ndak perlu saklek minum jus kurma susu setiap harinya:D makan dengan diet seimbang pun cucookk kok!
  7. Mau puasa dan menyusui, sementara bekerja? Sesuaikan jam pumping dengan kebutuhan Ibu yah. contohnya mimom kasih dibawah ini. Ini cuma contoh saja, kalo cocoknya pasti Ibu sendiri yang mengerti kebutuhan diri sendiri.

 

sample pumping plan

Happy breastfeeding and fasting:*

Share This:

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *