Apa Itu Overactive Letdown?

oald
Rizki yang dirasakan oleh ibu menyusui salah satunya adalah asi yang berlimpah. Tapi ternyata busui yang memiliki asi berlimpah ruah ternyata punya kesulitan tersendiri loh.

Pernah ngalamin kondisi bayi lagi nyusu, trus kita merasakan LDR eh habis itu bayinya nampak tersedak dan ngelepas puting kita?Habis itu asi kita sampe muncrat muncrat kemana mana termasuk ke muka si bayi? bisa jadi ibu lagi ngalami OALD alias Over active let down reflex

Apa itu OALD?
OALD atau Over active letdown adalah tekanan kuat asi dari payudara selama proses menyusui. Beberapa ibu menyusui bisa mengalami ini. Bisa juga disebut hyperlactation

baca hiperlaktasi

Kok bisa terjadi?
Penyebab fisik atau secara medis kenapa bisa terjadi OALD belum diketahui, tetapi sebagian ahli berpendapat hal tersebut terjadi karena reaksi hormon oksitosin yang kuat

Iya nih saya biasa OALD, aman kah?

Jika terjadi over active letdown pada awal awal kelahiran dan menyusui, bayi bisa menelan banyak udara serta foremilk yang lebih banyak dibanding hindmilk.konsumsi terlalu banyak foremilk bisa menyebabkan bayi mengisi lambung terlalu cepat, bayi cepat merasa kenyang tetapi tidak puas. Efek yang lain adalah karena aliran yang deras, bayi menjadi malas menyusu langsung. Hal tersebut dapat menyebabkan nursing strike

1. Coba menyusui dengan posisi IMD bu. Bayi tengkurep di dada, trus bisa kita arahin masuk ke payudara (meskipun biasanya bayi bisa nemu sendiri;p). Gaya gravitasi bisa membantu agar asi tidak terlalu muncrat/ berlebih.

2. Menyusui saat payudara tidak terlalu penuh. Payudara yang penuh ketika dihisap bayi akan menimbulkan LDR sehingga asi pasti lebih banyak muncrat. JIka ibu masih memiliki waktu sebelum menyusui, memompa atau memerah asi sebelum menyusui akan lebih membantu.

3. Menyusui dengan posisi tidur. Ini juga hampir sama seperti posisi IMD. DItambah bila OALD terjadi, bayi relatif bisa mengeluarkan kelebihan lewat samping mulutnya.

4. Perhatikan dengan baik ritme menyusu bayi. Saat bayi terlihat kesulitan mengatur napas dan menelan asi, ibu dapat mejepit aliran payudara atau melepaskannya sebentar(siapkan juga handuk untuk menampung rembesan/muncratan asi tersebut ya Bu;)). Setelah asi dirasa berkurang derasnya, bisa deh disusui lagi.

5. Pada kasus yang lebih ringan, bisa mencoba teknik untuk menyusui dengan menggunakan satu payudara dalam satu waktu selama 2-4 jam. setelah itu baru berikan payudara yang lain.

nah yang perlu ibu ketahui semua, keadaan seperti ini bisa akan berlalu seiring si bayi makin tumbuh besar. daya hisapnya akan semakin kuat, kebutuhannya akan asijuga semakin banyak. Jadi tetap semangat dan jangan menyerah ya buibu:)

Happy breastfeeding!

Share This:

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *