Daya Tahan Asi Perah

PIC DAYA TAHAN ASIP

Menyimpan asi perah? bagaimana caranya dan gimana daya tahannya? Setelah memerah biasanya tata cara penyimpanan dan daya tahan asi perah menjadi pertanyaan dari ibu bekerja yang akan meninggalkan bayinya. Mudah tapi tricky, keliatannya cukup susah tapi ketika dijalankan insya Allah bisa mudah.

Secara umum penyimpanan asi perah yang berlaku untuk kebutuhan rumah bisa diawali dengan menyiapkan wadah yang dibutuhkan.  Sebaiknya menyimpan asi perah sesuai porsi minum bayi per botol/wadah. Setelah memompa, jangan lupa memberi label hari, tanggal dan jam perah ke wadah wadah tersebut.Hindari juga mengisi asi perah terlalu penuh, demi mencegah botol pecah saat asi membeku. Menyimpan asi saat ibu bekerja dapat diletakkan di kulkas 1 pintu, 2 pintu maupun freezer tunggal.

daya tahan

Jika membutuhkan file di atas untuk di print dan diletakkan di tempat penyimpanan asi, temen temen bisa ambil file nya berikut:) DAYA TAHAN ASI PERAH

Ada beberapa hala yang bisa kita ingat:

  1. Asi perah yang segar/baru lebih ideal daripada asip yang sudah disimpan lama
  2. Kalau tidak memungkinkan baru deh bisa dikombinasi antara asi beku dan segar setiap hari
  3. Menyimpan asi perah di kulkas, letakkan di kulkas bagian dalam bukan di bagian depan atau sisi pintu
  4. Hasil perahan dapat digabungkan, dengan catatan suhu asi sudah disamakan (minimal 1-2 jam dikulkas) dan masih dalam waktu 24 jam (1 hari)
  5. Pastikan selalu untuk mencuci botol yang kita gunakan untuk wadah penyimpanan dengan bersih
  6. Sebaiknya wadah penyimpanan asi adalah botol baru.

Segini dulu informasi tentang daya tahan asi perah ya teman:) silahkan jika ada cerita atau diskusi bisa ditulis dikolom komen:*

Share This:

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *